ini dikutip dari mata kuliah saya”ekonomi syariah” saya terhenyak ketika menyadari bahwa demikian piciknya orang barat sana yang dengan sengaja memputihkan kontribusi ekonom islam dalam peradaban dunia….mari kita lihat catatanya berikut ini :
jadi sejarah ekonomi modern umumnya adalah bias barat. bisa dikatakan sejarah ekonomi modern diawali dengan terbitnya bulu “the wealth of nations” Adam Smith, buku-buku sejarah pemikiran ekonomi modern menjadi arena perang pemikiran yang panjang antara paham”laisezz faire” versus intervensionisme sosialis, yang berakhir dengan munculnya kapitalisme sebagai pemenang. semua ini ditulis untuk menjadi propaganda kedigjayaan barat dengan kapitalisme-nya, nyaris tidak tersisa ruang bagi kontribusi non-barat dalam tulisan sejarah perekonomian dunia.
<p>selain itu, sejarah ekonomi modern diklaim berakar dari pemikiran ekonomi para filsuf yunani untuk kemudian bangkit kembali di Eropa melalui pemikir skolastik. <strong>padahal periode antara pemikiran Yunani dan pemikiran skolastik itulah periode kejayaan para pemikir muslim, namun pada kenyataannya periode tersebut dianggap steril atau tidak produktif!!,</strong>(coba bayangkan????). Periode ini diberi label <em>black centuries</em>. KONTRIBUSI PEMIKIRAN EKONOM ISLAM DALAM PEREKONOMIAN DUNIA DIHILANGKAN SECARA SEMENA-MENA.
periode panjang antara pemikir yunani dan skolastik terentang jarak selama 1000 tahun, namun dianggap “missing link” dalam sejarah pemikiran ekonomi. sebagai contoh, Joseph A. Schumpter dalam karya klasiknya ” History of Economic Analysis (1954) menyatakan terdapat gap selama lebih dari 500 tahun dalam evolusi dan perkembangan pemikiran ekonomi dari pertama kali timbul di yunani pada abad ke 4 SM sampai bangkit kembali di zaman skolastik St. Thomas Aquinas pada abad ke-13. tesis ini tentu sulit diterima karena sesungguhnya sebuah ilmu itu apsti berkesinambungan..jadi mana mungkin ada gap seperti ini..
sekarang mari kita buktikan satu-per satu
Jika Schumpter bisa menyatakan bahwa pemikiran Yunani dengan dokumentasi yang sangat terbatas, seharusnya ia juga bisa menyebut pemikiran india, cina dan arab berkontribusi pada perekonomian dunia, karena tentunya dokumentasi yang tersedia lebih lengkap dibanding zaman Yunani.
berbagai teori ekonomi permulaan yang dicetuskan ilmuan eropa, diduga keras merupakan indikasi mencontek atau dengan kata lain mencontoh dari ilmuwan muslim arab. hipotesa “uang buruk akan menendang keluar yang baik” yang dikenal sebagai”hukum Gresham”,
Ooo gitu ya… baru tau saya… info yang bagus…
~ternyata eta punya blog… (gak sengaja nemu)
-salam
By: suharjono on January 3, 2009
at 7:57 pm