Posted by: masitah Effendy | December 3, 2008

membangun harapan dan motivasi diri

saya membaca sebuah buku mungil karya Anis Mata yang berjudul “setiap saat bersama Allah”, di buku ini ada bagian menarik yang membuat pembaca nya menjadi lebih terinspirasi dan bersemangat dalam menghadapi hidup, ini dia cuplikannya “jangan pernah berpikir bahwa doa adalah bentuk ketidakberdayaan. karena nabi bersabda :” doa itu senjata seorang mukmin, tiang agama, serta cahaya langit dan bumi” ( h.r al-hakim dari ali bin abi thalib)
alhasil, dengan senjata itulah kita membangun perisai diri dari segenap musibah. ibnu Qayim berkata”jika perisai doamu lebih kuat dari musibah, maka ia akan menolaknya, tetapi jika sebaliknya, maka musibah akan menimpamu. namun, doa itu sedikitnya tetap akan mengurangi dampak dari musibah tsb. adapun jika perisai doamu seimbang dgn kekuatan musibah, maka keduanya akn bertarung Rasul juga bersabda”tdk ada gunanya waspada terhadap takdir, namun doa bermanfaat menghadapi takdir, sebelum dan sesudah ia turun. dan sesungguhnya, ketika musibah itu ditakdirkan turun(dari langit) maka ia akan segera disambut doa(dari bumi), lalu keduanya bertarung sampai hari kiamat”
jika doa memiliki kekuatan yang membuatnya menjadi musuh untuk musibah, maka bagaimana pula doa menciptakan kekuatan dalam diri manusia
 
” ketika engkau terhimpit dan terlilit oleh problematika kehidupan, sesungguhnya yang dapat membuatmu bertahan adalah HARAPAN, dan sebaliknya, yang akan membuatmu kalah adalah saat dimana kita kehilangan ‘HARAPAN”,
 maka….ketika engkau berdoa kepada Allah, sesungguhnya engkau sedang mendekati sumber dari semua kekuatan, dan apa yang segera terbangun dalam jiwamu adalah HARAPAN. dengan harapan itulah kelak akan menimbulkan kemauan yang tertidur dalam dirimu, jika kemauan mu menguat menjadi azzam(tekad), itulah saatnya engkau melihat gelombang tenaga jiwa yang dahsyat..
 
gelombang yang akan memberikanmu daya dan energi kehidupan serta menggerakkan segenap ragamu untuk bertindak. Dan, apa yg engkau butuhkan saat itu hanyalah mempertemukan kehendakmu dengan kehendak Allah melalui doa dan tawakkal.
 
dalam doa, kita menemukan keseimbangan jiwa karena harapan akan penerimaan dan kecemasan akan penolakan senantiasa akan menjadi dua sayap jiwa kita.
dalam doa, kita menemukan ketenangan jiwa karena keyakinan terhadap Allah yang memberi kita kekuatan untuk menghadapi semua problematika hidup. sehingga masih adakah tempat untuk bersedih? bukannya hal tsb akan menghancurkan hidup kita.
 
dalam al quran surat Ar-ra’du ayat 28, Allah berjanji bahwa dengan mengingat Allah hati kita kan tenang
…..”ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati akan mjdi tenang”
 

 

_half a word away_


Responses

  1. Tulisan yg memberi banyak inspirasi …

    jadi ingat dengan doa yg di ajarkan Rasulullah SAW:

    Rabhanaa afrigh ‘alaynaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wahshurnaa ‘alal qawmil kaafirina. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaytana wa hablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaabu. Allaahumma tsabbitnii an azilla wahdinii an adhilla. Allahumma kamaa hulta baynii wa bayna qalbii, fahul baynii wa baynasy syaythaani wa ‘amalihi. Allaahumma innii as-aluka nafsan muthma ‘innatan tu’minu biliqaa’ika wa tardhaa biqadhaa’ika wa taqna’u bi’athaa’ika

    Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas kami dan teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami terhadap golongan yang kafir.

    Ya Tuhan kami, janganlah kau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki dan berilah kami dari hadhirat-Mu rahmat karena Engkau adalah Yang Maha Pemberi.

    Ya Allah kokohkanlah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman, dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan sesat.

    Ya Allah sebagaimana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku, maka berilah penghalang antaraku dan antara syaitan serta perbuatannya.

    Ya Allah aku mohonkan pada-Mu jiwa yang tenang tenteram, yang percaya pada pertemuan dengan-Mu dan ridha atas keputusan-Mu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.

    _akankah kita berputus asa lagi_

  2. hidup adalah pengharapan,,,,maka ktiika sudah tidak ada pengharapan berarti sudah tidak hidup.Karena hidup adalah proses menuju manusia seutuhnya sebagai khalifatullah.Maka kita terus berharap untuk memperbaiki diri,,terus berharap untuk ngri ini,,,smga akan muncul pemim[pin2 yg berjuang utuk rakyat ini utuk negri ini


Leave a response

Your response:

Categories